HABITUASI NILAI-NILAI EKOLOGIS: ANALISIS PARADIGMA DEFINISI SOSIAL TENTANG PERAN PESANGREEN DALAM DAKWAH EKOLOGI BERBASIS PESANTREN
Kata Kunci:
Pesangreen, dakwah ekologi, pesantren, kesadaran ekologisAbstrak
Beragam permasalahan lingkungan hidup yang terjadi seperti alih fungsi lahan dan sampah plastik memiliki dampak buruk bagi keberlangsungan lingkungan dan manusia. Berbagai institusi atau lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah telah berupaya untuk mengatasi problem lingkungan hidup ini. Diperlukan kesadaran moral dan spiritual agar manusia lebih bijak dalam memberlakukan alam. Salah satu lembaga yang memiliki aktifitas dalam penyadaran disertai dengan gerakan adalah Pesangreen, sebuah lembaga yang lahir dari kalangan pesantren Cipasung Tasikmalaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas dan metode Pesangreen dalam melakukan gerakan dakwah lingkungan berbasis pesantren.Penelitian ini sebagai bentuk analisis peran pesangreen dalam dakwah ekologi berbasis pesantren serta melihat tindakan kreatifnya dalam membangun kesadaran perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara mendalam menggunakan paradigma definisi sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan green berperan dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan praktik pelestarian lingkungan melalui dakwah bil lisan dan bil hal. Peran tersebut diwujudkan melalui aksi bersih sungai seruni, pembentukan satgas seruni, pengembangan bank sampah, workshop berupa edukasi ekologis, pelibatan santri dalam pengelolaan sampah, serta upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai. Dalam perspektif paradigma sosial, pesangreen tampil sebagai upaya kratif yang mampu membentuk kebiasaan, norma, dan nilai positif terkait pengelolaan lingkungan. Dakwah ekologi yang dilakukan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui edukasi dan aksi nyata. Dengan demikian, pesangreen menunjukan bahwa pesantren dapat menjadi ruang strategis dalam membangun kesadaran ekologis dan mampu mewujudkan integrasi antara nilai keagamaan dan bentuk praktik nyata pelestarian lingkungan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL HARMONI KOMUNIKA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.